Tuesday, August 7, 2018

KKN 29 UTM Mempraktikkan Pembuatan Pupuk Bokashi

KKN 29 UTM mempraktikkan pembuatan Pupuk Bokashi pada hari senin, 30 juli 2018. Pupuk Bokashi sendiri merupakan nama pupuk yang masih belum begitu dikenal oleh masyarakat. Jika dilihat dari namanya, orang akan mengatakan bahwa Pupuk Bokashi ini ditemukan oleh orang Jepang. Pupuk Bokashi dapat diartikan sebagai bahan organic yang difermentasikan. Sedangkan dalam arti luas, Pupuk Bokashi merupakan hasil fermentasi atau peragian bahan-bahan organic seperti sekam, serbuk gergaji, jerami, kotoran hewan, dan lain-lain. Keseluruhan dari bahan-bahan tersebut difermentasi dengan bantuan microorganism activator dalam mempercepat proses pembuatan Pupuk Bokashi ini.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan bagaimana pembuatan Pupuk Bokashi dana apa saja yang perlu dipersiapkan. Langsung saja yang pertama persiapkan alat-alat yang dibutuhkan diantaranya:
1.      Terpal, digunakan sebagai alas pembuatan Pupuk Bokashi. Bisa juga dengan menggunakan bahan lain yang terpenting dapat dijadikan alas.

2.      Sekop, digunakan untuk mencampur bahan-bahan Pupuk Bokashi.
3.      Ember plastic, berguna sebagai wadah air yang telah dicampur dengan larutan obat.
Setelah peralatan diatas telah siap, maka selanjutnya siapkan bahan-bahannya sebagai berikut:
1.      Kotoran ternak
2.      Abu sekam
3.      Bekatul
4.      Grajen kayu
5.      Gula pasir
6.      MD-4
7.      Air secukupnya

Apabila alat dan bahan selesai dipersiapkan, langkah berikutnya langsung pada bagaimana proses pembuatan Pupuk Bokashi.Berikut ini tahap-tahap pembuatan Pupuk Bokashi:
1.       Campur kotoran ternak, abu sekam, bekatul, grajen kayu menjadi satu.
2.       Larutkan MD-4, gula pasir ke dalam air hingga merata.
3.   Tuangkan campuran MD-4 ke campuran nomor satu dan aduk sampai rata hingga membentuk adonan yang dapat dikepal.
4.     Tutup rapat adonan pupuk.
5.    Amati kenaikan suhunya mulai hari pertama, bila suhu lebih dari 50 C tutup dibuka dan diaduk dan kemudian ditutup kembali. Kemudian lakukan pengecekan suhu ini setiap hari 3 kali sampai hari ke 4.
6.     Setelah hari ke 5 atau ke 7, Pupuk Bokashi sudah dapat digunakan atau dapat disimpan dulu  sampai 6 bulan ditempat ternaung.

Dibandingkan dengan pupuk lain, Pupuk Bokashi ini memiliki kelebihan yaitu dari bahan-bahan dan alat yang mudah didapat. Selain itu, waktu yang diperlukan dalam pembuatan Pupuk Bokashi ini juga relatif cepat.



EmoticonEmoticon