Tuesday, August 7, 2018

Potensi Sumber Daya Alam Desa Dlemer

Desa Dlemer dengan luas 278 hektar sudah pasti memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Selain sumber daya manusia, ternyata desa Dlemer juga memiliki sumber daya alam yang tak kalah melimpah dengan desa lain. Menurut data BPS terbitan tahun 2017 bahwa desa Dlemer memiliki tanah sawah sebesar 51,20 hektar. Dari 51,20 hektar tersebut, desa Dlemer menghasilkan berbagai tanaman yang diantaranya padi, jagung, kacang tanah dan singkong.

1.Padi
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki tanah sawah sangat luas. Banyak masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai seorang petani. Tidak terkecuali dengan masyarakat desa Dlemer kecamatan Kwanyar kabupaten Bangkalan. Desa Dlemer yang juga termasuk wilayah Indonesia secara tidak langsung juga memiliki iklim tropis, yaitu memiliki dua musim diantaranya musim kemarau dan musim penghujan. Di musim penghujan inilah masyarakat desa Dlemer dapat menanam padi. Dan di musim penghujanlah air mudah didapatkan. Penanaman padi tidak begitu sulit yaitu cukup membutuhkan waktu tiga bulan untuk menunggu hasil panen.

2.Jagung
Hasil alam desa Dlemer yang kedua adalah tanaman jagung. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang mengandung karbohidrat selain padi. Di desa Dlemer sendiri para warga banyak menanam tanaman ini di sawahnya. Hal tersebut dikarenakan untuk membudidayakan jagung bagi masyarakat desa Dlemer sangat mudah. Dan untuk membudidayakan tanaman ini lebih baik dilakukan pada musim kemarau.

3.Kacang Tanah
Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman polong-polongan yang berasal dari benua Amerika. Tanaman ini biasanya dibudidayakan pada musim kemarau. Untuk mendapatkan hasilnya, para petani harus menunggu kurang lebih tiga bulan. Di desa Dlemer, tanaman kacang tanah ini biasanya dibudidayakan secara tumpangsari dengan tanaman lain seperti tanaman jagung.

3.Singkong
Tanaman singkong pertama kali dikenal di benua Amerika. Singkong dikenal oleh masyarakat Indonesia pada abad ke-16 oleh bangsa Portugis. Kemudian tanaman ini ditanam secara komersial di Indonesia tahun 1810 pada masa penjajahan Belanda. Di Indonesia sendiri, singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung. Masyarakat atau petani desa Dlemer biasa menanam singkong pada musim penghujam maupun musim kemarau.


EmoticonEmoticon