Thursday, January 10, 2019

Mengenal Desa Dlemer dan Potensinya



Peta Desa Dlemer Kec. Kwanyar

Desa dremer merupakan salah satu dari 16 desa di wilayah kecamatan Kwanyar yang terletak 0 km dari kantor kecamatan. Desa Dlemer memiliki luas wilayah 278 Hektar dengan luas wilayah tersebut desa Dlemer terdiri dari 6 Dusun dengan Jumlah penduduk di desa Dlemer itu sendiri 1408 Jiwa atau 457 kk, Dengan rician Laki-laki yaitu sejumlah 670 jiwa dan perempan  738 Jiwa. Adapun batas-batas wilayah Desa Dlemmer yaitu sebelah Desa Morombuh. Sebelah selatan Desa Pesangguhan, Sebelah timur Desa Karang Entang dan sebelah Barat Desa Ketetang. Semua desa yang menjadi perbatasan tersebut berada di kecamatan kwanyar. Iklim desa Dlemer sebaggaimana desa-desa lainnya di wilayah Indonesia yag mempunyai Iklim kemarau dan hujan. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tananam yang ada di Desa Dlemer Kecamatan Kwanyar.
Mayoritas Penduduk Desa Dlemer ini Berprofesi sebagai petani untuk memenuhi kebutuhan ekonomi penduduk tersebut. Meskipun mayoritas penduduk sana berprofensi petani Namun masih banyak  juga yang bekerja sebagai guru, Aparat PemKab atau Karyawan swasta dan lainnya. Karena mayoritas Penduduk Desa Dlemer ini Bercocok tanam jadi Lahan-lahan yang ada di Dlemer ini menghasilkan beberapa Komoditas.
Dari segi Pertanian, Desa Dlemer memiliki komoditas unggulan yaitu :

1.    Padi
Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki tanah sawah sangat luas. Banyak masyarakat Indonesia bermata pencaharian sebagai seorang petani. Tidak halnya dengan penduduk desa Dlemer kecamatan Kwanyar kabupaten Bangkalan. Desa Dlemer memiliki iklim tropis, yaitu memiliki dua musim diantaranya musim kemarau dan musim penghujan. Di musim penghujan inilah masyarakat desa Dlemer dapat menanam padi. Dan di musim penghujanlah air mudah didapatkan. Penanaman padi tidak begitu sulit yaitu cukup membutuhkan waktu tiga bulan untuk menunggu hasil panen.

2.    Jagung
Hasil komoditas di sektor pertanian desa Dlemer yang kedua adalah tanaman jagung. Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang mengandung karbohidrat selain padi. Di desa Dlemer sendiri para warga banyak menanam tanaman ini di sawahnya. Hal tersebut dikarenakan untuk membudidayakan jagung bagi masyarakat desa Dlemer sangat mudah. Dan untuk membudidayakan tanaman ini lebih baik dilakukan pada musim kemarau.

3.    Kacang Tanah
Hasil komoditas selanjutnya di sektor pertanian di desa dlemer yaitu Kacang tanah merupakan tanaman kacang-kacangan. Tanaman ini biasanya ditaman pada musim kemarau. Untuk mendapatkan hasilnya, para petani harus menunggu kurang lebih tiga bulan. Di desa Dlemer, tanaman kacang tanah ini biasanya dibudidayakan secara tumpangsari dengan tanaman lain seperti tanaman jagung.

4.    Singkong
Hasil komoditas selanjutnya di sektor pertanian di desa dlemer yaitu Tanaman singkong pertama kali dikenal di benua Amerika. Singkong dikenal oleh masyarakat Indonesia pada abad ke-16 oleh bangsa Portugis. Kemudian tanaman ini ditanam secara komersial di Indonesia tahun 1810 pada masa penjajahan Belanda. Di Indonesia sendiri, singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung. Masyarakat atau petani desa Dlemer biasa menanam singkong pada musim penghujam maupun musim kemarau.

Dengan sumber daya alam yang berlimpah ini, di sektor pertanian di desa dlemer ini masih kurang berkembang karena para petani masih minim pengetahuuan mengenai pembudiyaan dan cara meningkatkan nilai lebih dari komoditas unggulan yang ada. Sehinnga mengakibatkan renfahnya hasilnya pertanian di desa tersebut. Selain itu, penduduk dlemer juga kurang menfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di desanya. Mereka cenderung menfaatkan hasil pertanian untuk d konsumsi sehari-hari dan tak jarang mereka menjual hasil pertaniannya secara percuma dengan harga yang tidak seberapa serta tidak adanya kesadaran masyarakat untuk meningkatkan nilai lebih dari produk tersebut (Misalnya selai jagung dan lainya).




EmoticonEmoticon